Mengapa Nilai Tukar Mata Uang Selalu Berubah?

Nilai tukar mata uang suatu negara akan menentukan imbal hasil investasi riil. Mata uang yang menurun secara jelas akan mengurangi daya beli dari pendapatan dan keuntungan modal yang didapat dari jenis investasi apapun. Lebih lanjut, nilai tukar mata uang akan mempengaruhi faktor pendapatan lain seperti suku bunga, inflasi dan bahkan keuntungan modal dari surat berharga domestik. Nilai tukar mata uang memang dihasilkan dari sejumlah faktor komplek yang bahkan bisa membuat banyak ahli ekonomi masih kebingungan, investor harus sedikit banyak mengerti bagaimana nilai mata uang dan daya tukarnya memainkan peranan penting dalam tingkat investasi yang dibuatnya. Mari coba kita cermati apa saya yang menjadi faktor penentu naik turunya nilai tukar mata uang.

Selain faktor seperti suku bunga dan inflasi, nilai tukar mata uang adalah salah satu faktor paling penting dari kondisi ekonomi relatif sebuah negara. Nilai tukar memainkan peran vital dalam tingkat perdagangan sebuah negara, dimana merupakan sesuatu yang paling kritis bagi mayoritas ekonomi pasar bebas di dunia. Karena alasan ini, nilai tukar mata uang adalah diantara yang paling diamati, dianalisis dan diatur kebijakannya oleh

Selain faktor seperti suku bunga dan inflasi, nilai tukar mata uang adalah salah atu faktor paling penting dari kondisi ekonomi relatif sebuah negara. Nilai tukar memainkan peran vital dalam tingkat perdagangan sebuah negara, dimana merupakan sesuatu yang paling kritis bagi mayoritas ekonomi pasar bebas di dunia. Karena alasan ini, nilai tukar mata uang adalah diantara yang paling diamati, dianalisis dan diatur kebijakannya oleh pemerintah. Tetapi nilai tukar juga berpengaruh pada skala yang lebih kecil juga, mereka mempengaruhi imbal hasil riil dari investasi seseorang. Disini kita akan melihat beberapa faktor utama dibalik pergerakan mata uang.

Sebelum kita melihatnya, kita harus menggambarkan bagaimana pergerakan mata uang mempengaruhi hubungan dagang antar negara. Nilai tukar mata uang yang lebih tinggi akan membuat ekspor sebuah negara lebih mahal dan impor lebih murah di pasar luar negeri, dan sebaliknya. Nilai tukar yang lebih tinggi juga diekspektasi akan menurunkan neraca dagang sebuah negara, sedangkan yang lebih rendah akan meningkatkannya.

Penentu Nilai Tukar Mata Uang
Banyak faktor yang menentukan nilai tukar mata uang, dan kesemuannya berkaitan dengan hubungan perdagangan antara dua negara. Yang perlu diingat adalah bahwa nilai tukar ini relatif, dan diekspresikan sebagai sebuah perbandingan dari mata uang dua negara. Faktor-faktor ini juga tidak dalam susunan tertentu, seperti banyak aspek di ekonomi, kepentingan relatif dari faktor-faktor ini masih menjadi subyek dari banyak debat ahli ekonomi.

1. Diferensiasi Inflasi
Sebagai sebuah aturan umum, sebuah negara dengan tingkat inflasi rendah yang konsisten akan memperlihatkan nilai mata uang yang meningkat, seiring dengan peningkatan daya beli relatif dibanding dengan mata uang lain. Selama setengah abad terakhir, negara-negara dengan inflasi rendah termasuk Jepang, Jerman dan Swiss, sedangkan Amerika Serikat dan Kanada mencapai inflasi rendah belum selama negara-negara yang disebutkan diawal. Negara-negara yang memiliki inflasi yang lebih tinggi biasanya akan melihat depresiasi pada mata uang mereka dalam hubungan kepada mata uang dari partner dagang mereka. Hal ini juga biasanya dibarengi oleh suku bunga yang lebih tinggi.

2. Diferensiasi Suku Bunga
Suku bunga, inflasi dan nilai mata uang sangat memiliki korelasi yang tinggi. Dengan mengatur suku bunga, bank sentral mencoba mengatur pengaruh dari inflasi dan nilai mata uang, dan perubahan suku bunga akan berimbas pada inflasi dan nilai mata uang. Suku bunga yang lebih tinggi menawarkan para kreditur dalam ekonomi sebuah imbal hasil yang lebih tinggi relatif terhadap negara lain. Karena itu, suku bunga yang lebih tinggi akan menari modal asing dan menyebabkan nilai mata uang akan meningkat. Imbas dari suku bunga yang lebih tinggi akan berkurang jika inflasi sebuah negara lebih tinggi dibanding dengan negara lain, atau jika faktor tambahan menarik turun nilai mata uang. Dan begitu juga dalam kondisi sebaliknya, yang karena itu suku bunga lebih rendah cenderung menurunkan nilai mata uang.

3. Defisit Neraca Berjalan
Neraca berjalan adalah keseimbangan perdagangan antara sebuah negara dengan partner dagangnya, yang merefleksikan semua pembayaran antara negara untuk barang, jasa, suku bunga dan dividen. Defisit dalam neraca berjalan menandakan bahwa sebuah negara lebih banyak membeli dari luar negeri dibanding dengan menjualnya, dan meminjam modal dari sumber luar negeri untuk membiayai defisit tersebut. Dalam kata lain, negara membutuhkan lebih banyak mata uang asing daripada apa yang diterimanya dari penjualan untuk ekspor, dan menyuplai lebih banyak mata uangnya sendiri dibanding dengan tingkat permintaan luar negeri untuk produk-produknya. Tingkat permintaan berlebih untuk mata uang asing akan menurunkan nilai tukar mata uang sebuah negara sampai barang dan jasa domestik lebih murah untuk pelaku pasar asing, dan aset asing tidak terlalu mahal untuk menghasilkan penjualan bagi minat domestik.

4. Hutang Publik
Negara akan menghasilkan sebuah pembiayaan defisit dalam skala besar untuk membiayai proyek publik atau masyarakat dan pendanaan pemerintah. Walaupun aktivitas seperti itu akan menstimulasi ekonomi domestik, negara yang memiliki defisit dan hutang publik besar menjadi kurang menarik bagi investor asing. Alasannya? Hutang yang besar akan memicu inflasi, dan jika inflasi meninggi, hutang tersebut akan dibayar dengan nilai tukar yang rendah dimasa mendatang.

Dalam skenario terburuk, pemerintah mungkin akan mencetak lebih banyak uang untuk membayar sebagian dari hutang-hutang tersebut, tetapi hal ini akan meningkatkan suplai uang yang pastinya akan meningkatkan inflasi. Lebih jauh, jika sebuah pemerintah tidak mampu menangani defisit melalui usaha domestik (seperti menjual obligasi dan meningkatkan suplai uang), lalu mereka harus meningkatkan jumlah surat berharga untuk dijual ke pelaku pasar asing, sehingga akan menurunkan nilai tukarnya. Akhirnya, sebuah hutang yang besar akan menimbulkan kecemasan bagi pihak luar jika mereka yakin mengenai resiko gagal bayar sebuah negara. Untuk alasan ini, peringkat hutang sebuah negara (seperti yang disediakan Moody's Investor dan Fitch Rating) adalah sebuah penentu penting bagi nilai tukar mata uang. Sebagai contoh pada bualn Mei 2011 ini, Moody's dan Fitch menurunkan peringakat Utang Yunani, berakibat melemahnya EURO terhadap semua mata uang lainnya.

5. Ketentuan Perdagangan
Sebuah rasio yang membandingkan antara harga ekspor dengan harga impor, ketentuan perdagangan berkaitan dengan negara berjalan dan keseimbangan pembayaran. Jika harga ekspor sebuah negara meningkat lebih besar daripada impor, hal ini bisa dikatakan ketentuan perdagangannya membaik. Meningkatkan ketentuang dagang menunjukkan tingkat permintaan lebih tinggi untuk ekspor negara tersebut. Hal ini, sebaliknya, akan menghasilkan peningkatan pendapatan dari ekspor, yang menyediakan peningkatan permintaan untuk mata uang negara (dan akan meningkatkan nilai mata uang). JIka harga ekspor meningkat dalam level yang lebih kecil daripada impornya, nilai mata uang akan menurun dibandingkan dengan partner dagangnya.

6. Stabilitas Politik dan Kinerja Ekonomi
Investor asing pastinya akan mencari negara yang stabil dengan kinerja ekonomi yang baik dimana mereka akan menginvestasikan uangnya. Sebuah negara dengan atribut positif seperti itu akan menarik dana investasi dari negara lain yang memiliki tingkat resiko politik dan ekonomi yang lebih tinggi. Kekacauan politik, contohnya, bisa menyebabkan hilangnya keyakinan pada mata uang dan adanya perpindahan modal menuju mata uang dari negara yang lebih stabil. Stabilitas politik ini juga mempengaruhi negara yang punya hubungan erat dengan negara yang bekerjasama dengan negara tersebut. Sebagai contoh ketengangan di Timur Tengah menyebabkan US$ melemah, karena pasokan minyak ke US sedikit terhambat.

Sebenarnya banyak sekali faktor yang menyebabkan naik turunnya nilai tukar mata uang suatu negara. Tapi 6 faktor diatas merupakan faktor yang besar sekali pengaruhnya.

Sumber: Dari Internet
BFC tidak dapat menemukan sumber yang spesifik artikel ini disebabkan banyak website/blog yang memposting artikel yang serupa, jadi jika anda pemilik tulisan ini mohon beritahu kekami.



Reaksi Dari Seorang Trader

Perdagangan selalu dikaitkan dengan yang namanya untung atau rugi. Permintaan dari pembeli selalu diinginkan lebih murah untuk mendapatkan produk yang sebanyak-banyaknya. Begitu juga dengan penawaran yang diberikan oleh penjual untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dari penjualan produknya.

Seiring berkembangnya waktu, dan keadaan harga suatu pair, menjadikan pedagang harus mau tidak mau melakukan pengaturan modal dan mengikuti pergerakan pasar. Harapan trader dalam setiap transaksi selalu menjadi prioritas utama untuk tetap profit dan mendapatkan hasil yang besar.

Namun, dalam kenyataannya trader selalu dihadapkan oleh yang namanya profit dan rugi. Keuntungan yang akan dihasilkan selalu menjadikan orang semangat untuk bertransaksi, begitu juga sebaliknya bila dengan rugi yang didapat. Nah, dari hal tersebut, kita akan mengevaluasi reaksi trader dalam menyikapi mengenai untung dan rugi, diantaranya :

Saat Profit

Kadang kala trading kita selalu menghasilkan, walaupun sedikit analisa tetap saja profit. Ini biasanya terjadi tanpa adanya kesengajaan yang akan kita lakukan pada transaksi yang bisa untung tersebut. Dalam keadaan normal, profit selalu didapatkan dari hasil analisa. Walaupun terkadang analisa kita meleset, keberuntungan tetap kadang menghampiri.
Lalu, apa reaksi Anda bila mendapat profit? Mungkin ada rasa senang, ada rasa bangga, atau merasa sudah cukup menguasai market karena telah mendapatkan rahasia sukses di forex trading. Hal itu akan dialami oleh trader diseluruh dunia, baik yang baru belajar, pemula, atau yang agak lama terjun di dunia forex. Dan kadang timbulah keinginan memamerkan hasi profit dengan mempostinya di wall wall  FB kita atau grup grup forex

Saat Loss

Walaupun profit pasti di idam-idamkan, kesalahan dalam transaksi akan ditemui juga. Kegagalan pada trading kadang masih dijumpai. Loss demi loss selalu saja terlihat dihistory. Itu semua menandakan kerugian terhadap perdagangan valas selalu ada, dan mungkin hingga Anda menjadi master sekalipun, loss pasti akan selalu mengikuti.

Seandainya kerugian memang memaksa Anda dan tidak ada pilihan, apa reaksi Anda jika cut loss tak terelakkan? Stop Loss mulai tersentuh ? mungkin sebagian dari Anda akan merakan sedih, atau merasakan sakit, frustasi, putus asa, atau malah berhenti trading.

Keuntungan maupun kerugian merupakan seperti sebuah sisi dari mata uang. Dimana faktor loss dan profit tidak bisa dipisahkan dari sisi trading Anda. Tentu saja akan selalu melekat pada masing-masing open posisi Anda hingga posisi selesai. Jika Anda hanya mengharapkan profit saja dan tak rela mendapatkan loss, trading di forex akan sangat memberikan tekanan lebih besar kepada psikolgois Anda.

Cobalah untuk mengenali reaksi diri Anda, baik saat sedang profit atau sedang mengalami loss. Bila Anda masih menginginkan profit disetiap pergerakan harga, mungkin Anda perlu intropeksi diri. Ini menandakan Anda masih terombang ambing oleh psikologis market.

***
Reaksi dari apa yang telah Anda peroleh akan sangat mempengaruhi psikologis jiwa Anda. Rasa bangga dan senang saat profit, atau rasa frustasi dan sedih saat loss masih menyelimuti diri Anda, berarti Anda perlu waspada untuk intropeksi diri. Cobalah untuk mempelajari reaksi dari setiap profit dan loss pada trading Anda. Bila Anda mampu mengenalinya, kemungkinan besar psikologis Anda akan mampu meningkatkan percaya diri tanpa terombang ambing oleh market.

Sumber: www.seputarforex.com

Dasar Investasi Forex

Investasi merupakan kata yang tidaklah asing di telinga kita, namun apakah hakikat dari investasi itu sendiri? Investasi sering didefinisikan sebagai menempatkan uang atau modal demi hasil atau bunga dengan cara membeli properti, saham, obligasi dan lain-lain, namun secara umum investasi dapat di pahami sebagai meluangkan/memanfaatkan waktu, uang atau tenaga demi keuntungan/manfaat dimasa mendatang. Jadi pada dasarnya investasi adalah “membeli” sesuatu yang diharapkan bisa “dijual kembali“ dimasa yang akan datang dengan nilai yang lebih tinggi.

Mengapa kita perlu berinvestasi ? Ada banyak alasan untuk ini, salah satunya adalah persiapan masa depan sedini mungkin melalui persiapan perencanaan kebutuhan yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan saat ini. Seperti kita tahu sejalan dengan waktu nilai mata uang bisa berkurang karena adanya inflasi, misalnya kenaikan harga barang dan jasa, inflasi inilah salah satu alasan utama mengapa kita perlu berinvestasi, baik atas dana maupun aset yang sudah ada atau yang akan kita miliki agar “nilai”-nya dapat dipertahankan dan tentu saja diharapkan meningkat.

Dari uraian diatas dapat di tarik 4 hal utama alasan untuk berinvestasi yaitu :
  1. Adanya kebutuhan masa depan atau kebutuhan saat ini yang belum dapat terpenuhi.
  2. Adanya kebutuhan untuk melindungi nilai aset yang telah dimiliki.
  3. Adanya keinginan untuk menambah nilai aset yang telah ada .
  4. Adanya inflasi.
Resiko Investasi
Resiko merupakan bagian dari investasi, karena keadaan di masa depan yang juga tidak pasti dan tak dapat diprediksi secara akurat. Hasil investasi yang didapat bisa saja tidak sesuai dengan harapan, bahkan bisa berlawanan dan menghasilkan kerugian, karena seseorang tidak dapat sepenuhnya mengelak dari resiko yang ditimbulkan oleh ketidak pastian, maka dalam konteks inilah investasi menjadi bagian dari kehidupan, secara sengaja maupun tidak orang selalu berinvestasi, belajar, bekerja dan berbisnis bisa dipahami sebagai suatu investasi, investasi dapat dilihat sebagai suatu proses menentukan pilihan, tidak hanya untuk menambah kekayaan tetapi juga mempertahankan dan melindungi apa yang sudah ada.
Jenis-jenis Investasi
* Tabungan dan Deposito
Memiliki tabungan dibank adalah cara investasi yang paling sederhana, praktis dan mudah, didukung dengan likuiditas dan kemudahan pengambilan sewaktu-waktu, bank juga relatif sangat aman, karena hingga kini simpanan di bank dijamin oleh pemerintah. Bank juga memberikan bunga, besar dari bunga tergantung pada jenis simpanan dengan prinsip semakin besar dan lama orang menyimpan dana di bank umumnya semakin besar pula bunganya. Deposito sendiri mirip dengan tabungan namun dengan jangka waktu tertentu, bunga yang ditawarkan dideposito relatif lebih tinggi dari bunga tabungan, namun bila deposito diambil sebelum jangka waktunya maka akan dikenakan penalti.
* Obligasi
Obligasi adalah surat hutang dengan jangka waktu tertentu. Obligasi dapat diterbitkan oleh perusahaan, pemerintah ataupun lembaga lainnya. Imbalan dari obligasi adalah modal pokok investasi plus kupon bunga, kupon bunga ini besarnya sudah ditentukan sekian persen dan umumnya lebih tinggi dari suku bunga bank ataupun surat berharga lainya yang dianggap aman, mengingat resiko obligasi yang relatif lebih tinggi. Pembayaran kupon bunga dilakukan secara berkala, misalnya 3 bulan atau 6 bulan atau tahunan. Pembayaran pokok investasi sendiri dilakukan saat obligasi jatuh tempo, yaitu tanggal dimana obligasi habis masa berlakunya.
* Saham
Saham merupakan bukti kepemilikan (ekuitas) bukan surat utang. Membeli saham berarti memiliki sebagian dari perusahaan, artinya juga anda berbagi resiko dengan emiten (penerbit saham). Bila emiten mendapat laba, sebagian akan dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.

* Membuka Usaha Baru
Membuka usaha baru juga merupakan bentuk dari investasi. Alasan mengapa orang membuka usaha baru, selain potensi hasil yang tak terhingga juga bisa agar bisa melakukan pekerjaan yang benar-benar disukai, mengembangkan kreativitas individual dan juga mencapai kemandirian finansial. Perlu diingat bahwa resiko membuka usaha baru relatif besar, kerugian usaha bisa sampai pada kebangkrutan yang bisa lebih dari menghabiskan modal,. Selain itu dibutuhkan juga dedikasi waktu, ketrampilan, keseriusan, determinasi dan mungkin juga bakat.
* Properti
Salah satu pilihan yang relatif aman, selama tidak ada resiko gejolak politik maka rumah/tanah tak akan berkurang. Juga potensi hasil investasinya yang berupa nilai jual yang terus meningkat dan hasil dari sewa. Berinvestasi di properti memerlukan jumlah dana relatif besar dan juga komitmen jangka panjang, karena meski nilainya akan terus meningkat, kendala likuiditas yaitu penjualan kembali properti yang tidak mudah dan memakan waktu lama.

* Logam Mulia
Pembelian perhiasan seperti emas juga bisa menjadi sarana investasi, selain bisa dijual kembali dengan relatif mudah, harga emas juga terus meningkat dari waktu ke waktu, walaupun harga jualnya lebih rendah ada nilai guna yang telah dipakai. Pembelian emas juga melindungi dari depresiasi mata uang, karena harga emas meningkat seiring dengan inflasi hal ini mirip dengan menyimpan dana dalam bentuk valuta asing, keduanya sama-sama melindungi dari resiko penurunan nilai mata uang.

* Kolektibel
Investasi dalam bentuk benda-benda koleksi seperti karya seni, meskipun banyak pertimbangan non-ekonomi dalam investasi dibidang ini, namun perlu diingat bahwa nilai untuk barang kolektibel meskipun cenderung naik tapi tak terukur, dan juga kendala likuiditas dimana sulit menjual kembali dan memperkirakan nilai jualnya.

* Pasar Berjangka
Pasar ini muncul dari timbulnya transaksi forward, yaitu transaksi dilakukan hari ini tetapi pembayaran dan penyerahan komoditas dilakukan di kemudian hari yang telah ditetapkan. Transaksi ini melindungi pembeli dan penjual dari fluktuasi harga yang tidak diharapkan. Perbedaan waktu antara transaksi dengan penyerahan komoditas yang bisa sampai berbulan-bulan dimanfaatkan oleh para spekulan untuk memperdagangkan kontrak forward tersebut. Spekulan ini tidak memproduksi /mengkonsumsi produk tersebut, kontrak diperdagangkan dengan harapan keuntungan dari fluktuasi harga dimasa datang akibat perubahan pasokan. Pasar berjangka ini semula hanya diproduk komoditas, namun kemudian meluas ke pasar modal, pasar uang dan valas.
* Reksa Dana
Bagi seseorang yang ingin investasi di pasar uang atau pasar modal tetapi tidak mempunyai keahlian atau tidak mempunyai waktu dapat berinvestasi di reksa dana. Reksa dana adalah wadah yang menghimpun dana dari para investor untuk kemudian dikelola oleh Manajer Investasi ke berbagai instrumen investasi. Instrumen investasi yang bisa dipilih ada bermacam-macam misalnya obligasi, saham atau campuran antara obligasi dan saham. Selain itu reksa dana berbasis instrumen hutang jangka pendek yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun yaitu reksa dana pasar uang.
Setelah anda mengetahui jenis-jenis Investasi Untuk masa depan anda, maka mulailah berinvestasi dari sekarang. Dan semoga artikel ini dapat membuka wawasan anda untuk berinvestasi demi masa depan yang lebih baik. (Bayu)

www.seputarforex.com

Uang dalam Pandangan Al Ghozali

Dalam ilmu ekonomi tradisional uang didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang.Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.

Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks, tidak efesien, dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai. Efesiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dan kemakmuran.

Uang memiliki beberapa fungsi diantaranya sebagai  alat tukar, sebagai satuan hitung, dan sebagai penyimpan nilai.

Uang berfungsi sebagai alat tukar atau medium of exchange yang dapat mempermudah pertukaran. Orang yang akan melakukan pertukaran tidak perlu menukarkan dengan barang, tetapi cukup menggunakan uang sebagai alat tukar. Kesulitan-kesulitan pertukaran dengan cara barter dapat diatasi dengan pertukaran uang.

Uang juga berfungsi sebagai satuan hitung (unit of account) karena uang dapat digunakan untuk menunjukan nilai berbagai macam barang/jasa yang diperjualbelikan, menunjukkan besarnya kekayaan, dan menghitung besar kecilnya pinjaman. Uang juga dipakai untuk menentukan harga barang/jasa (alat penunjuk harga). Sebagai alat satuan hitung, uang berperan untuk memperlancar pertukaran.

Selain itu, uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai (valuta) karena dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang. Ketika seorang penjual saat ini menerima sejumlah uang sebagai pembayaran atas barang dan jasa yang dijualnya, maka ia dapat menyimpan uang tersebut untuk digunakan membeli barang dan jasa di masa mendatang.

Selain ketiga hal di atas, uang juga memiliki fungsi lain yang disebut sebagai fungsi turunan. Fungsi turunan itu antara lain uang sebagai alat pembayaran, sebagai alat pembayaran utang, sebagai alat penimbun atau pemindah kekayaan (modal), dan alat untuk meningkatkan status sosial.

Uang yang kita kenal sekarang ini telah mengalami proses perkembangan yang panjang. Pada mulanya, masyarakat belum mengenal pertukaran karena setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannnya dengan usaha sendiri. Manusia berburu jika ia lapar, membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana, mencari buah-buahan untuk konsumsi sendiri; singkatnya, apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya.
Gambar yang menunjukan kegiatan barter di benua Amerika pada abad ke-19

Pandangan Al Ghozali

Dalam dunia islam  Al-Ghozali terkenal dengan pemikiran filsafat dan tasawwufnya. Buku fenomenalnya, Ihya’ Ulumuddin pun dianggap sebagai salah satu buku yang banyak membahas mengenai filsafat dan tasawwuf. Sekalipun demikian, banyak dalam bukunya dibahas masalah-masalah yang berkenaan dengan kemasyarakatan, pendidikan hingga permasalahan ekonomi. Salah satu dari pembahasan beliau adalah pemnbahasan mengenai fungsi uang.

Dalam pembahasan tentang fungsi uang, Al-Ghozali memulai dengan mengumpamakan uang sebagaimana cermin yang memantulkan berbagai macam warna dan cermin sendiri tidak berwarna. Dengan kata lain, uang menurut Al-Ghozali tidak memiliki nilai intrinsic atau bias dikatakan tidak memberikan fungsi kepuasan langsung (direct utility function). Uang hanyalah suatu representasi nilai dari suatu benda. Beliau mengutarakan demikian karena melihat fenomena masyarakat yang terjadi dalam barter, di mana ketika seseorang membutuhkan sesuatu, maka ia harus mencari orang yang memiliki barang yang dibutuhkannya dan menukarkannya dengan barang yang dimilikinya. Dan seringkali barang yang ingin ditukarkannya tidak sama nilainya dengan apa yang dimilikinya. Sebagai contoh, ketika seseorang memiliki unta dan membutuhkan beras, maka ia harus menukarkan untanya dengan beras, sedangkan nilai unta ketika ditukarkan dengan beras tidak begitu jelas, sehingga memicu timbulnya gharar dan spekulasi yang diharamkan dalam Islam. Maka untuk menjaga dari hal tersebut, maka diperlukanlah uang sebagai satuan nilai (unit of account).

Setelah itu, Al-Ghozali kembali menganalisis bahwa proses barter memiliki banyak kelemahan dan ketidak praktisan, maka beliau kembali menyuarakan bahwasanya dinar dan dirham merupakan rahmat dari Allah SWT dan keduanya –yang di sini merupakan mata uang zaman tersebut- cocok untuk digunakan sebagai alat tukar (medium of exchange).

Berangkat dari argumen di atas, beliau sangat menentang penimbunan uang. Selain karena adanya larangan secara eksplisit dari Allah SWT, beliau juga mengutarakan jika terjadi penimbunan uang, maka perekonomian akan mengalami kemunduran karena jumlah uang beredar berbanding lurus dengan transaksi yang terjadi di masyarakat. Semakin sedikit uang yang beredar di pasaran, maka semakin sedikit volume perdagangan yang terjadi. Dan lebih parah lagi, jika jumlah uang beredar tidak sebanding dengan jumlah komoditas yang ada, maka akan memicu terjadi inflasi di masyarakat.

Sejalan dengan pendapat tersebut, Al-Ghozali juga tidak setuju dengan perdagangan uang, karena perdagangan uang dapat memicu kelangkaan jumlah uang beredar di masyarakat dan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi yang berimplikasi pada penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Para ekonom senantiasa membohongi publik bahwa resesi dan depresi adalah bagian alami dari siklus bisnis. Namun kenyataan yang sebenarnya tidaklah seperti itu. Resesi dan depresi selalu terjadi bila Bank Sentral memanipulasi jumlah uang beredar, yang tujuan akhirnya adalah memastikan semakin banyak kekayaan yang ditransfer dari masyarakat ke tangan mereka. Bank Sentral sendiri merupakan metamorfasa dari pedagang uang di zaman dahulu

Konon dikabarkan Julius Caesar mengambil kembali hak untuk untuk membuat koin emas dari tangan pedagang uang di zamannya untuk kepentingan masyarakat. Dengan suplai uang baru yang berlimpah, dia memulai banyak proyek konstruksi dan pekerjaan umum. Dengan jumlah uang yang banyak, Caesar memenangkan hati dari rakyatnya. Tetapi para pedagang uang membencinya dan karena itu Caesar dibunuh. Setelah kematian Caesar, suplai uang berkurang, pajak naik, demikian juga korupsi. Pada akhirnya suplai uang di Roma berkurang sampai 90%, yang menyebabkan rakyat jelata kehilangan tanah dan rumahnya.

Yesus / Isa al masih untuk pertama kalinya menggunakan kekerasan untuk mengusir para pedagang uang keluar dari bait Allah. Ketika orang Yahudi membayar pajak Ibadah di Yerusalem, mereka harus membayar dengan koin khusus, setengah shekel (setengah ounce perak murni) Koin jenis itu adalah satusatunya koin perak murni tanpa gambar Raja, karenanya bagi Yahudi itu adalah satu-satunya koin yang bisa diterima oleh Tuhan. Sayangnya koin ini jumlahnya tidak banyak, para pedagang uang mengumpulkan hampir semuanya, dan harga dari koin ini menjadi sangat mahal karenanya. Mereka memaksa orangorang Yahudi untuk membayar mahal koin ini dan mendapatkan keuntungan yang besar. Yesus mengusir para pedagang uang ini karena tindakan monopoli mereka yang merusak kesucian rumah Allah. Orang Yahudi membencinya, hingga akhirnya Mengejar dan berusaha membunuhnya.

kita bisa mengambil kesimpulan, Uang dipandang sangat berharga saat ini. Orang bekerja untuk mendapatkan uang. membeli sesuatu harus dengan uang. Orang bertengkar bahkan  saling membunuh karena uang. Istri ngamuk karena Tidak ada uang. sampai ada Pribahasa / Slogan "  Ada uang Abang Disayang, Tak Ada uang Abang Ditendang " !!

Ada apa dengan Uang ? padahal uang hanya kertas dan logam yang bertuliskan Angka angka ?

by kampustrader.com
www.seputarforex.com

Antara transaksi secara tradisional dengan transaksi modern


Saya sering mendengar sebagian besar masyarakat yang selalu membandingkan bahkan selalu mempertanyakan tentang hukum jual beli valas modern atau lebih kita kenal dengan istilah "Forex" karena sebuah alasan sederhana yaitu "Objeknya yang tidak terlihat". Baiklah mari kita membahas hal tesebut dengan perbandingan-perbandingan yang juga menurut saya cukup sederhana agar anda bisa menyimpulkan segala sesuatu kegiatan yang berhubungan dengan perkembangan zaman. "Kira-kira, apa yang dilakukan manusia untuk berpindah dari satu tempat ketempat lainnya?", Tentu Anda akan menjawabnya: "Bisa dengan berjalan kaki". Lalu bagaimana jika manusia akan bepergian jauh, apakah tetap akan menempuhnya dengan berjalan kaki?. Meskipun Anda mengatakan bisa juga ditempuh dengan berjalan kaki tentu masih ada alternatif lain yang mungkin bisa dilakukan untuk menghemat tenaga bahkan waktu anda, misalnya dengan mengendarai sepeda, motor atau bahkan mobil. Nah, zaman itu terus akan terus berkembang seiring kemajuan teknologi, jika dulunya disaat zaman Rasulullah untuk bepergian jauh beliau selalu menggunakan onta, karena dizaman tersebut tidak ada sepeda bahwan kendaraan bermotor serta pesawat pun tidak ada. 

Lalu bagaimana anda menyikapi hal tersebut dizaman modern saat ini. Haruskah Anda menggunakan onta ataupun kuda untuk bepergian jauh?, Tentu Anda akan menjawab "Tidak". Itulah salah satu anugrah dari Sang Kuasa yang tak ternilai harganya dengan memberikan Akal pada Manusia sehingga dengan kecerdasan manusia mampu mengembangkan teknologi.
Untuk bepergian jauh, masihkah Anda harus berjalan kaki?. Tentu ada beberapa alternatif yang akan Anda fikirkan dengan mempertimbangkan jarak yang akan Anda lalui selain itu kesanggupan Anda dalam hal biaya dan kekayaan akan menjadi salah satu alasan Anda untuk menggunakan sebuah kendaraan motor ataupun mobil. Apakah sudah ada gambaran?, Dari contoh diatas sangat jelas bahwa secara tidak langsung sebenarnya anda telah melalui sebuah siklus kehidupan dari perkembangan zaman berkat kemajuan teknologi, lalu bagaimana kita menyikapi segala kegiatan atau bahkan sebuah profesi yang memanfaatkan kemajuan teknologi. Okelah kalau begitu mari kita lanjutkan ke pokok bahasan utama.

Jika sebelumnya, disaat Teknologi informasi/ internet belum berkembang pesat, segala kegiatan jual beli dan transaksi perbankan harus dilakukan secara langsung, dimana penjual dan pembeli akan bertemu secara langsung dengan aqad (ijab qabul) disertai objek (barang dan uang) yang akan diperjual-belikan. Lalu bagaimana kita menyikapi transaksi jual beli di era modern saat ini?. Berikut contohnya...

Pernahkah anda mengirim uang melalui ATM?, Saya yakin sebagian besar dari Anda pernah melakukannya. Lalu jika Anda berada didepan mesin ATM apakah Anda diharuskan memasukkan uang kedalam ATM sebelum akhirnya anda kirim?, Tentu tidak. Anda hanya akan melihat jumlah Saldo (Simpanan) pada Bank tempat Anda menyimpan uang. Apakah uang tersebut terlihat tunai beserta nomor serinya terlihat jelas pada ATM tersebut?, Tentu tidak. Anda hanya akan melihat data jumlah total simpanan anda pada Bank. Setelah Anda mengetahui berapa total dana Anda pada mesin ATM akhirnya andapun memutuskan untuk melakukan transaksi pengiriman uang ke rekenig Bank lain milik saudara, kerabat atau rekan Anda. Apakah dari transaksi ini, Anda melihat objek uang anda secara tunai?, "Tentu tidak".

Contoh lain, banyak masyarakat yang malas untuk membawa uang dalam jumlah banyak didompet dengan alasan keamanan, katanya lebih praktis dan efisien dengan menggunakan kartu Debit ataupun kartu kredit, tinggal "gesek....beress, tidak perlu membawa uang tunai", Hal ini banyak kita jumpai ditoko-toko atau pusat perbelanjaan. Apakah Anda membayar uang secara tunai?, Objek barang yang anda beli jelas terlihat namun Anda melakukan pembayaran tanpa menggunakan Uang tunai melainkan menggunakan kartu ATM (Kartu debit).

Kesimpulannya, manusia mampu memanfaatkan teknologi pada berbagai bidang profesi dan berbagai kegiatan, namun masih banyak juga yang seakan tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka sudah memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut seperti:

  • Jika zaman dulu manusia hanya bisa berjalan kaki, menggunakan onta ataupun kuda. Kini, dizaman modern kita sudah bisa menggunakan sepeda, motor atau bahkan mobil.
  • Jika zaman dulu sagala kegiatan jual beli harus dilakukan secara tunai dengan objek barang dan uang harus diserahkan secara tunai. Kini, dizaman modern kita sudah bisa menggunakan kartu ATM untuk membayar, bahkan untuk mengirim uang ke orang lain yang sangat jauh bisa kita lakukan hanya dalam beberapa detik.
  • Jika dulu, sebelum teknologi informasi/internet berkembang pesat segala kegiatan transaksi penukaran mata uang hanya dapat dilakukan secara langsung melalui Bank-bank terdekat ataupun Money Changer (Forex Tradisional). Di era perkembangan teknologi informasi/internet yang cukup pesat saat ini, kini kita dapat melakukan transaki jual beli mata uang langsung dirumah dengan menggunakan sebuah perangkat komputer dan koneksi internet tanpa harus bersusah payah ke Bank ataupun Money Exchange (Forex Modern).
Diera modern saat ini seharusnya kita semua harus pandai menyikapi segala profesi dan kegiatan. Anda hanya memerlukan beberapa perbandingan sederhana untuk membedakan antara profesi atau kegiatan dengan cara tradisional dengan profesi/kegiatan yang memanfaatkan teknologi.

Jadi, jika sebelumnya anda selalu mempertanyakan tentang "Objek uang" yang tidak terlihat pada transaksi valuta asing modern (Forex) sehingga meragukan hukumnya, kini Anda sudah bisa menarik kesimpulan dengan membandingkan kegiatan-kegiatan yang mungkin pernah Anda lakukan seperti contoh diatas dari sebuah transaksi yang tidak terlihat "Objek uangnya" secara langsung.

Sudah seharusnya profesi seorang "Trader Forex" mendapat pengakuan di lingkungan masyarakat bahwa inilah salah satu profesi/pekerjaan yang memanfaatkan kemajuan teknologi informasi/internet. Begitu vitalnya penggunaan dari "Internet", bahkan berbagai kegiatan transaksi perbankan nasional dan internasional mustahil dapat berjalan tanpa Internet.

Forex sebenarnya sudah ada ketika manusia sudah mulai menggunakan "Uang" sebagai alat bayar, Jauh sebelum anda (yang membaca tulisan saya) lahir.  
Pertukaran antara mata uang satu dengan mata uang lainnya itulah Forex. Dan profesi yang menekuni Forex Modern dikenal dengan nama "Trader".

Bingung dengan pernyataan ini? Tunggu pembahasan selanjutnya dari saya....

By Ayunk
Benalu Forex Center

Dollar bangkit

Financeroll – Selain dengan Poundsterling, pada perdagangan mata uang Rabu (18/04) Dolar AS mampu bangkit dan menagalahkan lawan-lawannya.
Indek Dolar AS, yang menjadi barometer melihat kekuatan Dolar AS atas enam mata uang besar lainnya, menguat ke 79.590 dari 79.561 di penutupan perdaangan Selasa.
Isu utama masih menyangkut kebijakan Bank Sentral, dimana Dolar AS mampu melawan mata uang lainnya namun setelah Bank Of England, Inggris menyatakan akan menambah program pembelian obligasinya sebagai hasil pertemuan anggota Bank Sentral tersebyt di awal April silam.
Disisi lain, melemahnya bursa saham AS secara mengejutkan akibat hasil paparan IBM dan Intel yang mengejutkan pasar, telah membawa berkah bagi Dolar AS dari keterpurukannya. Indek Dow Jones melorot lebih dari 80 poin menjelang penutuapannya
Dalam perdagangan dengan Euro, EURUSD menurun ke $1.3115 dari sebelumnya di $1.3127.
Pemberitaan mengenai masalah Spanyol masih membombardir pasar , dimana kekhawatiran belum mereda hal ini semakin diperparah dengan penurunan saham dan CDS disana. Pasar menunggu kejutan lainnya, dimana moment yang akan mereka tunggu adalah saat lelang obligasi 10T dari Spanyol diwaktu yang akan datang.
Diolar sendiri juga diperkirakan bisa jatuh dengan dorongan fundamental. Masih terlau dini memang bila berharap The Fed, sebagai otoritas Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat ini.

Poundsterling menguat setelah indikasi BOE naikkan program pembelian obligasi



Financeroll – Poundsterling menguat atas Dolar AS pada perdagangan Rabu (18/04) setelah hasil pertemuan Bank Sentral Inggris, Bank of England menunjukkan indikasi kenaikan melakukan program pembelian obligasi lebih luas lagi.
Atas hasil tersebut, dalam perdagangan GBPUSD naik menjadi $1.6024 dari sebelumnya di $1.5933.  Sementara dalam perdagangan EURGBP, menurun 0.7% ke 81.81 pence. 100 pen sama dengan 1 Pound.
Dalam pertemuan di Bank Sentral Inggris, secara mengejutkan Adam Posen bergabung dengan suara mayoritas sembilan anggota lainnya dalam komisi tersebut yang ikut memutuskan kebijakan Bank of England dalam melakukan kebijakan pembelian Obligasi senilai 325 milyar pounds (setara dengan $519 milyar), ini merupakan hasil pertemuan tanggal 4-5 April silam yang baru dupublikasikan hari Rabu ini.
Kabar ini membuat Poundsterling membumbung, dimana kondisi ini juga diuntungkan dengan data ekonomi domestik Inggris yang menyatakan penurunan tak terduga dari tingkat pengangguran disana, dari 8.4% menjadi 8.3%.
Tingkat inflasi di Inggris meningkat mencapai 3.5% dibulan Maret dari sebelumnya yang hanya 3.4%  pada bulan Februari.  Meski demikian, tingkat inflasi ini masih diatas target Bank of England yang mentargetkan tingkat inflasi hanya sebesar 2%. Penurunan tingkat inflasi Inggris dari puncaknya sebesar 5.2% pada bulan September lalu telah membuat para pengambil kebijakan sangat menrauh perhatian dan hati-hati dengan proyeksi inflasi.(@hqeem)


Sumber Berita: financeroll.co.id

Apakah Investasi di Foreign Exchange Masih Menarik di Tahun 2012?

(Vibiznews - Forex) - Sebelum kita menjawab pertanyaan ini, ada baiknya kita melihat dulu bagaimana prospek perekonomian di tahun 2012. Memasuki tahun baru 2012, ada begitu banyak isu-isu yang akan mempengaruhi prospek investasi anda di forex tahun ini. 

Menganalisa 2011
 Melihat prospek perekonomian global di tahun 2012 tentu tidak terlepas dari apa yang telah terjadi di tahun 2011. Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, perekonomian global di tahun 2011 tidak lah berjalan dengan baik. Hampir US$ 6,3 trilliun uang investor lenyap dari pasar saham global sepanjang 2011, sebagai akibat  krisis keuangan yang terjadi di Eropa sepanjang semester kedua tahun 2011.  Krisis keuangan di Eropa ini diakibatkan krisis utang zona Euro yang telah berlangsung lebih dari dua tahun dan hingga kini krisis itu belum menampakkan tanda akan berhenti bahkan semakin parah dan mempengaruhi seluruh dunia. Menurut data Bloomberg  kapitalisasi saham pasar global turun 12,1 % menjadi US$ 45,7 trilliun. Di Asia,  pasar ekuitas  juga terpukul. Index Nikkei kehilangan 17,3%, Hongkong Index Hangseng turun 20 % dan Shanghai Composite jatuh 22%.
Nasib Eropa di ujung tanduk. Mereka menutup tahun 2011 dengan ketidak pastian. Tidak jelas kapan krisis utang yang menghimpit Negara-negara zona Euro ini dapat teratasi. Pesimisme pun menguat. Hingga saat ini, belum ada satupun solusi komprehensif dan konkret yang dapat meredam dampak krisis. Aksi para pemimpin kawasan dengan pernyataan-pernyataan akan rancangan penyelamatan Euro tidak kuat membendung arus krisis yang berlangsung. Jurang krisis bukan berkurang malah melebar.

Meneropong ke 2012
Berdasarkan apa yang telah terjadi di tahun 2011 ini, menapaki tahun 2012 kita bisa memprediksi bahwa dunia masih akan berhadapan dengan ancaman krisis utang yang melanda sejumlah Negara Euro di Eropa. Krisis Eropa ini diperkirakan masih akan membawa pengaruh yang cukup besar dalam memangkas pertumbuhan ekonomi global, bahkan bisa lebih besar dari krisis keuangan tahun 2008 dan 2009 yang disebabkan kasus Subprime Mortgage di Amerika Serikat. Skala kebangkrutan Yunani saja sama besarnya dengan kebangkrutan Lehman Brothers, sekitar US$ 200 miliar. Sedangkan virus Yunani ini telah menular ke Negara-negara zona Euro lainnya seperti Portugal, Irlandia, Italia dan bahkan Spanyol. Dengan prediksi seperti ini, maka Dana Moneter Internasional ( IMF ) beberapa kali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Tidak ada satu negarapun yang bisa kebal terhadap virus Eropa ini, meskipun bobot pengaruhnya tentu tidak sama antara satu Negara dengan Negara lainnya. IMF memproyeksikan penurunan pertumbuhan ekonomi global dari sebelumnya sebesar 4,5% menjadi 4%, turun 0,5%. Selain itu Produk Domestik Bruto ( PDB ) Eropa juga diturunkan dari 1,7% menjadi 1,1%. Demikian juga dengan PDB Amerika Serikat diturunkan menjadi 1,8% dari sebelumnya 2,7% sebagai akibat pengaruh krisis Eropa ini. Berbagai prediksi mengenai pertumbuhan ekonomi zona Euro semua memberikan angka yang sangat rendah. European Central Bank memprediksi hanya 0,3%, sedangkan Organization for Economic Cooperation and Development ( OECD ) memprediksi lebih rendah lagi yaitu 0,2% dan bahkan Pooling dari Reuturs memprediksi tidak bertumbuh samasekali alias 0%.
Para pemimpin Eropa mengisyaratkan bahwa di tahun 2012 akan menjadi tahun penuh risiko bagai Negara-negara Euro, dengan akan jatuh temponya utang dari 17 negara eurozone.
Zona Euro bukan lagi favorit tujuan investasi dari para pengelola dana untuk mencari uang. Hingga semester pertama tahun depan, dampak krisis masih akan terasa, inilah yang muncul dari perkiraan beberapa ekonom dunia. Stimulus bank sentral ke perbankan dan rencana kesepakatan fiscal ternyata tidak dapat mendorong kepercayaan investor dan warga eropa sendiri.
Ekonom Santander, Juan Perez Campanero mengatakan : “ Resesi Zona Euro masih  akan besar hingga pertengahan tahun depan dan menjadi pusat ketidak stabilan ekonomi dan keuangan. Kita masih akan  menghadapi penurunan pertumbuhan yang permanen dan berlangsung lama dinegara dengan ekonomi mapan, terutama di zona Euro “ .
Kepala Ekonom Standard Chartered Bank di London, Gerard Lyons mengatakan : “ Penting untuk menekankan bahwa ekonomi dunia masih akan tumbuh tahun depan. Namun ceritanya berbeda di dua dunia. Tahun depan , Eropa akan menyeret ekonomi dunia kebawah di semester pertama. China akan mengerek ekonomi naik di semester kedua tahun depan.”. 

Apakah yang harus kita lakukan ?
Dengan memburuknya perekonomian global dan khususnya di Zona Euro, bagaimana dengan investasi di Forex ? Tidak ada masalah sama sekali. Karena apa ? karena di Forex Trading, kita bisa mendapatkan keuntungan  baik pada saat ekonomi sedang bagus ataupun sedang buruk. Inilah kelebihan Trading di Forex yang sering disebut dengan istilah Two Ways Opportunity. Pada saat Euro sedang tidak bagus kita bisa langsung memasang posisi Short untuk Euro supaya kita bisa mengambil keuntungan dari turunnya nilai Euro. Yang penting adalah kita harus tahu kemana pergerakan dari harga Euro di tahun 2012. Dari analisa fundamental diatas, kita bisa tahu fundamental ekonomi dari Negara-negara Zona Euro, dan dengan demikian kita bisa tahu juga kemana arah nya Euro di tahun 2012. Kita tahu paling tidak sampai pertengahan tahun atau semester I 2012, Euro akan terus mengalami pelemahan. Kalau sudah tahu begini maka gampang bagi kita untuk mengambil keuntungan dari pergerakan harga Euro yang akan datang. Sama gampangnya dengan pada saat Dollar Amerika Serikat mengalami pelemahan terus menerus karena kasus Sub Prime Mortgage di tahun 2008 – 2009 yang berdampak sampai tahun 2010- 2011. Pada masa itu semua orang tahu bahwa fundamental ekonomi Amerika Serikat sedang mengalami krisis yang berkepanjangan yang tidak mudah di atasi dan akibatnya maka Dollar AS akan terus melemah sampai periode tertentu. Dollar AS terus melemah,  di bulan Juni 2010 masih 1,1875 tapi di bulan Mei 2011 sudah mencapai 1,4938. Setelah itu perekonomian Amerika Serikat mulai berangsur-angsur pulih meskipun dengan berat dan masih tetap dihantui hal-hal yang dapat membuat krisis kembali datang  sewaktu-waktu, alias masih sangat rapuh. Dan pada saat yang bersamaan Negara-negara Zona Euro mengalami krisis hutang seperti yang telah kita analisa secara fundamental diatas. Telah dua tahun berlalu dan krisis bukan mereda malah menjadi bertambah parah sampai-sampai analisa para pakar mengatakan kerjasama Negara – Negara Euro terancam bubar alias Euro terancam hilang sebagai mata uang utama dunia. Dari sini kita tahu pula bahwa telah terjadi pembalikan arah dari pergerakan harga Dollar AS dengan Euro. Dan kita tahu pula apa yang bisa kita lakukan untuk memperoleh keuntungan dari pembalikan arah pergerakan harga ini. Sekarang Euro ada di posisi 1,2706 dan kita tahu kemana arahnya paling tidak sampai pertengahan semester tahun 2012 ini. Jadi menarikkah investasi di Forex ? Anda tahu sendiri jawabannya. Return setahun bisa berkisar 30%, asal kita tahu bagaimana menganalisanya, dan memiliki Psikologi Trading yang mencerminkan Karakter dari seorang Trader yang menang ( Winning Trader ). Tanpa karakter yang baik dari seorang Winning Trader, Anda akan mengalami masalah juga pada akhirnya. Karenanya ikuti terus pelajaran Psikologi Trading dan miliki karakter sebagai  seorang Winning Trader. Selamat berinvestasi di Forex dan sukses selalu.
Ulasan dari Lie Ricky Ferlianto

Sumber: Vibiznews.com

=======================================================================================
Get Adobe Flash player
Dapatkan panduan belajar forex gratis secara online - Find us on Facebook
=======================================================================================